Friday, April 6, 2012

Peran Pre-School dalam Perkembangan Kognitif, Sosioemosional, dan Fisik Anak


KELOMPOK 18



Seberapa pentingkah pre-school dalam membentuk perkembangan anak, baik dari segi kognisi, sosioemosional, dan fisik?

1. KOGNITIF
Pada masa ini, anak mulai belajar untuk terampil berbahasa. Mereka senang berbicara, cenderung cerewet dalam melatih keterampilan mereka. Keterampilan ini dapat dikembangkan melalui interaksi dengan lingkungan sekitarnya.
Peran pre-school pada perkembangan kognitif anak usia dini adalah untuk melatih anak mengembangkan keterampilannya. Mungkin lebih tepat jika pendidik lebih mengutamakan bagaimana anak usia dini mampu mengenal betapa bermanfaatnya  membaca dan menulis yang merupakan beberapa cara untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, sebelum mereka diajarkan untuk menyebutkan huruf, menyuarakan, dan mengenal kata. Keterampilan dasar akan berkembang dengan baik bila anak merasakan manfaatnya. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh pendidik pre-school antara lain mendengar dan membaca cerita, mengikuti kunjungan lapangan, ikut di dalam permainan drama, berbicara secara informal dengan anak lain dan orang dewasa di sekitarnya.
Selain itu, pre-school juga diharapkan memandu anak untuk tetap belajar pada koridornya dengan model aktif-konkret, sehingga anak tidak dibiarkan berpikir abstrak yang akan mengganggu pola belajar anak pada masanya.

2. SOSIOEMOSIONAL
Pada masa ini, anak terkenal dengan emosinya yang meledak-ledak sehingga agak sulit untuk diarahkan. Pola emosi umum dapat berupa amarah, takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira, sedih, dan kasih saying, yang dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Kemandirian dan perbedaan gender sudah mulai terlihat.
Pada masa ini, anak akan mengembangkan pola bermain constructive play dan pretend play. Anak cenderung bermain dengan anak yang seusianya dan sejenis.
Peran pre-school pada perkembangan sosioemosional anak usia dini adalah melatih anak untuk mengekspresikan apa yang diinginkannya agar emosinya tidak meledak-ledak, serta membantu anak untuk mulai beralih dari pola bermain yang sendiri-sendiri menjadi memiliki keterlibatan dalam suatu kelompok.

3. FISIK
Pada masa ini, perkembangan fisik berlangsung lambat daripada pada masa bayi. Masa pertumbuhan fisik relative seimbang antara peningkatan berat badan dengan peningkatan tinggi tubuh. Kemajuan yang luar biasa terjadi pada kemampuan motorik kasar, seperti berlari, melompat, dan memanjat, dan halus, seperti mengancingkan baju, menggambar, dan kemampuan yang melibatkan otot halus serta koordinasi mata dan tangan.
Peran pre-school pada perkembangan fisik anak usia dini adalah dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar dan kemampuan motorik halus. Pendidik dapat menyusun kegiatan yang mengembangkan otot-otot besar dengan kegiatan-kegiatan di luar rumah, seperti senam, bermain petualangan, dll. Keterampilan otot kecil juga dapat dikembangkan melalui kegiatan seperti teka-teki, menggunting, dan permainan lainnya yang dapat mengembangkan kemampuan tangan.

No comments:

Post a Comment